Wednesday, February 17, 2016

BUPATI MENGAJAK GEMAR MEMBACA



BUMIAYU TERSENYUM Menjadikan masyarakat Kabupaten Brebes yang gemar membaca, tidak semudah membalikan telapak tangan. Disamping budaya tutur yang sudah melekat, juga budaya menonton cenderung meningkat. Sehingga merenggut sebagian waktu yang dimiliki manusia Indonesia tak terkecuali bagai masyarakat Kabupaten Brebes.
“Gemar membaca, perlu digiatkan sejak dini yang artinya berpangkal pada kehidupan keluarga,” demikian kata Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat menyampaikan sambutan pembukan Pameran Buku Murah Kabupaten Brebes, di gedung KORPRI Jalan MT Haryono 29 Brebes, Selasa (2/2/16).
Ketika ada waktu luang, kata Idza, orang tua di rumah perlu meneladani dengan membaca dalam suatu ruangan tertentu. Otomatis, anak-anaknya akan meniru dan sama-sama membaca kemudian saling berdiskusi apa yang telah dibaca. “Ayah Saya juga rajin membaca sehingga sukses, dan saya juga menirunya sampai sekarang,” ungkapnya.

Bupati juga menjelaskan, kalau Perpustakaan Daerah Brebes sudah bagus, hanya saja kurang luas dan belum representative. Untuk itu, perlu di bangun kembali Perpustakaan dan Arsip Daerah yang luas dan representative, nyaman, menyenangkan dan berstandar nasional. Sehingga masyarakat bisa menikmati perpustakaan dengan senang hati termasuk disediakannya area baca buat anak-anak.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah SP Andriani S SH kalau menumbuhkan minat baca masyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Karena diperlukan inovasi, kreativitas, dan kesabaran bukan instan. “Ajaklah anak-anak berkunjung ke perpustakaan, pilihlah judul-judul buku yang kiranya anak-anak tertarik, ataupun kunjungi pameran,” ajaknya.
Dia juga menyambut baik upaya Pemkab Brebes menggelar Pameran Buku Murah Brebes 2016. Karena upaya ini bisa menjadi jalan peningkatan minat dan budaya baca masyarakat. Dengan membaca buku, akan menumbuhkan ide, gagasan, dan pengetahuan sehingga dapat mencerdaskan dirinya, lingkungan dan bangsa. “Dengan membaca buku pula, kita bisa menggapai asa,” tuturnya.
Stigma masyarakat, masih menganggap buku sangat mahal dan belum menjadi kebutuhan primer. Lewat pameran buku murah, akan terkikis stigma kalau buku itu mahal. “Akan lebih murah lagi, kalau kita pinjam buku diperpustakaan tidak perlu mengeluarkan biaya,” ungkitnya.
Kepala Kantor Data Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Brebes H Athoillah SE MSi menjelaskan, Pameran Buku Murah Tahun 2016 mengusung tema “Keabadian Ilmu dalam Buku dan Sebaik-baik Tempat Mencari Ilmu adalah Perpustakaan”.
Pameran diselenggarakan dengan maksud untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes Tahun 2016. Dan juga meningkatkan minat baca dan daya beli buku bagi pelajar, mahasiswa serta masyarakat di Kabupaten Brebes, meningkatkan jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah  Kabupaten Brebes dan sebagai sarana  ajang Kreativitas bagi anak, pelajar, mahasiswa dan masyarakat dalam mengekspresikan bakat seni dan budaya. 
Pameran digelar di tiga zona atau wilayah dapat mewakili wilayah Pantura, Tengah dan Selatan di Kabupaten Brebes. Yakni  Wilayah Brebes Utara pada 2-8 Februari 2016 di Gedung KORPRI Kabupaten Brebes    Jalan MT Haryono 29 Brebes.
Wilayah Brebes Tengah, pada 11-17 Februari 2016 Gedung Pertemuan KPRI Good Will Ketanggungan Jalan A Yani Ketanggungan Kabupaten Brebes. Dan Wilayah Brebes Selatan, pada 20-26 Februari 2016 Pendopo Eks Kawedanan Bumiayu,  Jalan Eks Kawedanan Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.
Peserta Pameran, diikuti 28-40  Stand dari beberapa Unsur antara lain perwakilan Penerbit, Agen Buku, Toko Buku   dan para pemerhati Perpustakaan.
Juga digelar berbagai kegiatan pendukung, antara lain Pemutaran Film 3 Dimensi selama pameran berlangsung, Lomba Mewarnai dan menggambar, Lomba Karaoke Umum, Lomba Baca Puisi, Lomba Rebana, Lomba Pildacil, Lomba Fashionshow dan Lomba Tahfidzul Qur’an.
“Kepada juara lomba, mendapatkan hadiah Uang Pembinaan, Piagam dan Piala serta bagi pembeli buku yang beruntung akan mendapat hadiah doorprise, berupa Sepeda gunung, DVD,VCD, Kompor Gas, Kipas Angin Dispenser dll, yang akan diundi pada hari penutupan,” pungkas Athoillah.  (wasdiun)


Monday, February 15, 2016

BAGIAN KETIGA FILOSOFI KETAN PENCOK

Rastan ayu adalah gadis yang periang, penurut dan apabila ketemu pada semua orang dengan menyapa dengan santun dan membuat orang melihatnya pasti akan tertarik, dia mempunyai Saudara kembar yang bernama Rastin ayu, wajah hampir tidak ada bedanya apabila berjalan bersama, seperti pinang di belah dua, namun saudara kembarnya sifanya berbeda lebih angkuh dan sedikit jutek......

Thursday, February 11, 2016

BUPATI BREBES MERANGKUL PARA ULAMA DAN TOKOH MASYARAKAT

Bumiayu tersenyum, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE merangkul para ulama dan tokoh masyarakat untuk mensukseskan pembangunan daerah. Hal ini dilakukan guna tercapainya pembangunan yang seimbangan antara pembangunan jasmani dan rohani.
“Brebes layak menjadi negeri santri karena banyaknya pondok pesantren dan anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren. Dan saya bertekad akan menyeimbangkan pembangunan jasmani dan rohani,” ujar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE saat silaturahmi dengan para Kiai dan Tokoh Masyarakat (tomas) se -Kecamatan Salem, di Aula Kecamatan Salem, Selasa (9/2/2016).
Dirinya tidak ingin pembangunan Kabupaten Brebes hanya berkutat masalah fisik saja, tetapi harus merambah ke persoalan rohaniyah.
“Pembangunan infrastruktur tinggal 10 persen, selanjutnya diseimbangkan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM),” ujarnya.
Dijelaskan juga, bahwa Kabupaten Brebes merupakan negeri santri dan pesantren menjadi ikon Kabupaten Brebes selain bawang merah dan telor asin.
“Dari daerah lain di Indonesia maupun luar negeri, banyak yang berkunjung ke Brebes juga karena mondok, nyantri di Brebes,” ungkapnya.
Lebih dari dua ratus pondok pesantren tersebar di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes, baik yang besar maupun kecil dan masing-masing memiliki spesifikasi sendiri-sendiri.
“Tanpa peran Kiai, Kabupaten Brebes tidak akan maju,” ucapnya.
Oleh karena itu, kata Idza, Pemerintah Kabupaten Brebes memperhatikan dengan sepenuh hati keberadaan pondok pesantren, masjid, mushola, madrasah diniyah, pimpinan pondok pesantren, hafidz-hafidzah, maupun ustadz-ustadzah.
Pembangunan SDM, sambungnya, akan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes. Dengan kebersamaan antara ulama dan umara serta tokoh masyarakat, IPM Brebes yang tadinya pada posisi bontot bisa beranjak satu digit pada urutan ke-34.
Bupati juga meminta kepada para Kiai dan tomas terus mendorong peningkatan semangat belajar di kalangan generasi muda. Dengan uluran tangan keikhlasan dari kiai dan tomas, kondisi Kabupaten Brebes akan kondusif.
Disamping itu, generasi muda tidak akan mudah tergiur ajakan-ajakan yang menyesatkan sebagaimana telah dilakukan kelompok radikal dan ormas Gafatar.
“Mari kita jaga kondusifitas Brebes dengan semangat mengabdi dan membangun daerah,” ajaknya. (ILMIE)

MANTAN BUPATI BREBES INDRA KUSUMA BERNIAT MENCALONKAN KEMBALI

Bumiayu tersenyum,Mantan Bupati Brebes Indra Kusuma kembali berniat mencalonkan diri menjadi bupati Brebes pada pilkada 2017 mendatang. Ia termotivasi membersihkan nama baiknya akibat tersangkut korupsi lima tahun yang lalu.

Pada 2010 majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta, subsider 6 bulan kurungan. Indra terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Indra yang saat itu menjabat Bupati Brebes dinyatakan terbukti menggelembungkan harga tanah dalam pengadaan lahan seluas 2.100 meter persegi di dua lokasi untuk Pasar Brebes pada 2003.


















“Saya mencalonkan nanti bukan untuk memimpin atau berkuasa tapi untuk memperbaiki nama baik saya. Namun, mekanismenya tetap saya serahkan ke partai,” kata Indra yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes di kediamannya, di Jalan Sudirman, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2015).

Indra menjelaskan, keinginannya maju dalam Pilkada Brebes 2017 mendatang juga karena ingin membenahi sistem pemerintahan dan melanjutkan program-programnya yang belum terlaksana di periode kepemimpinan Bupati yang sekarang.

Saat ini, Indra tengah mengamati dukungan langsung dari masyarakat. Sebab, ia optimistis mesin partai di daerah akan mendukung. “Terbukti pencalonan ketua DPC saya terpilih lagi. Jadi, saya yakin teman-teman di ranting sebenarnya 100 persen mendukung saya,” kata Indra yang sudah menduduki ketua DPC PDI Perjuangan Brebes selama empat periode sejak 2010.

Indra Kusuma adalah Bupati Brebes yang menjabat sejak 2002 sampai Agustus 2010. Ia merupakan Bupati pertama yang terpilih dua periode pada secara langsung, yakni pada 2002-2007 dan 2007-2012. Saat itu ia berpasangan dengan Agung Widyantoro dan dicalonkan oleh PDIP dan Partai Golkar.

Namun, karena Indra ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus pembelian tanah, jabatan bupati yang diemban sejak 2002 akhirnya diberhentikan. Agung yang menjadi wakil kemudian ditunjuk sebagai pelaksana tugas Bupati Brebes sejak Agustus 2010.

BUPATI BREBES PENDEKATAN KE PARTAI GERINDRA UNTUK PENCALONAN PEMILU 2017

Bumiayu tersenyum - DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum berani memutuskan terkait dengan rencana niatan pencalonan dari kadernya sendiri, yang akan diusung dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Kabupaten Brebes yang akan digelar awal tahun 2017 mendatang.
"Kami akan berupaya mempertimbangkan terlebih dahulu, apakah nanti Gerindra Brebes akan mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada Brebes 2017 mendatang," ujar anggota Fraksi Gerindra DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX, Haekal saat menghadiri kegiatan tasyakuran memperingati hari jadi Partai Gerindra ke-8, di gedung Korpri Brebes, Rabu 10 Februari 2016.Menurut dia, seperti yang telah disampaikan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, bahwa partainya pada gelaran Pilkada Serentak tahap selanjutnya, menghendaki agar kandidat yang diusung adalah berasal dari kader partainya yang terbaik.
"Tapi kalau memang dalam Pilkada Brebes nanti, Partai Gerindra Brebes ingin mengusung kadernya sendiri dan ternyata tidak mumpuni, untuk apa dicalonkan," tutur dia.
Baginya kader terbaik yang layak untuk diusung dalam bursa Pilkada, adalah kader yang memiliki loyalitas, utamanya adalah terhadap masyarakat, bukan kepada partai. Namun demikian, lanjut dia, partainya tidak bisa mengusung kadernya sendiri, mengingat belum memenuhi persyaratan untuk mengusung kandidat dalam Pilkada Brebes.
"Di Kabupaten Brebes sendiri kan, perolehan kurisnya cuma dapat lima. Jadi, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa memenuhi persyaratan maju dalam Pilkada Brebes," terangnya.
Sementara, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Brebes, Achmad Mustaqim mengatakan, pihaknya akan mengambil sikap terkait dengan persiapan gelaran Pilkada Brebes nanti. Dalam artian, pihaknya akan siap menanti kader terbaiknya yang mungkin bakal diusung untuk maju dalam bursa Pilkada Brebes.
"Tentunya adalah yang memiliki tujuan dan keinginan kuat untuk memajukan Kabupaten Brebes," terang mantan anggota DPRD Brebes yang akrab disapa Aim ini.
Pada prinsipnya, imbuh dia, partainya sangat siap membawa Kabupaten Brebes lebih baik lagi dan bermitra dengan siapapun. Asalkan memiliki kesamaan pandangan, bagaimana mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memajukan pembangunan daerah.
"Kami juga menghendaki ada figur kader dari internal yang maju dalam Pilkada nanti," pungkas Aim.
Adapun dalam kegiatan tasyakuran yang dibarengi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu itu, dihadiri pula Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H. Indra Kusuma dan sejumlah pengurus parpol lainnya serta para tamu undangan.

Thursday, January 21, 2016

FILOSOFI KETAN PENCOK BUMIAYU

BAGIAN KEDUA

Rastan ayu adalah anak seorang petani, yang sehariannya di ke sawah membantu ayah dan ibunya dengan rambut yang panjang bila di pandang aduhai cantik menawan, dengan membawa rantang (tempat makan) berisi sambal , ikan teri dan tempe goreng. , untuk sesekali dia berhenti memandang sawah yang begitu luas dan indah dengan suara air yang bergemuruh yang mengaliri sawah,, mendengar suara burung berkicau selaksa tentram di buatnya..hampir setiap hari dia melakukan aktifitasnya.,

Tuesday, January 19, 2016

FILOSOFI KETAN PENCOK BUMIAYU

BAGIAN PERTAMA

Sejarah ketan Pencok, yang ada di bumiayu..........cerita versi bumiayu tersenyum,,,,,,ada kalanya bisa di jadikan pelajaran untuk yang lain.......pada zaman penjajahan belanda ada seorang gadis bumiayu, yang cantik,,,,,,,,sungguh cantik sekali alias kembang desa.......dari semua desa di bumiayu.....namanya  Rastan ayu......ia merupakan gadis yang masih belia dan masih berkembang ia baru berumur 12 tahun dia masih kecil sdh bisa sinden alias menyanyi dan suaranya begitu merdu.......dari situ,
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com