Wednesday, June 3, 2015

Daerah Otonom Baru Enam Kecamatan Hasil Survei Undip dan UMM

BUMIAYU- Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Brebes meliputi Kecamatan Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Bumiayu, Sirampog dan Tonjong layak untuk menjadi sebuah daerah otonomi baru.
“Yang diperlukan saat ini tinggal political will dari para kepala desa dan BPD. Sesuai dengan PP No 78/2007, kalau desa dan BPD sudah sepakat maka pemerintah dan daerah (Bupati dan DPRD-red) tidak bisa menolak pemekaran,” kata Ketua Tim Presidium Pemekaran Kabupaten Brebes drg Rozikin, kemarin. Dia yang kini menjabat sebagai Direktur RSUD Bumiayu menyatakan penelitian lain yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga menyebutkan bahwa Kabupaten Brebes layak dimekarkan.
Diungkapkan, yang Presidium Pemekaran dibentuk pada November 2005, telah berhasil mengantarkan proposal pemekaran ke Bupati dan DPRD. Presidium juga melakukan konsultasi dengan Probo Nurjaman (waktu itu Direktur Otda Depdagri-red) dan mendapatkan sinyal positif.
“Oleh DPRD Brebes, proposal pemekaran bukan tidak pernah dibahas, tetapi karena memang waktu itu masih menunggu PP yang mengatur tentang pemekaran kabupaten,” katanya.  Oleh karena itu, lanjut Rozikin, momentum pemekaran pascapilbup ini harus dimanfaatkan dengan baik karena kesempatan tidak akan datang dua kali.
“Sebanyak 65 desa yang mendukung pemekaran itu harus dibuktikan dengan dukungan tertulis.”
Presidium menimbang aspirasi yang berkembang pascapilbup dan respons positif bupati, sudah membentuk panitia ad hoc yang diketuai oleh H Faris Sulhaq SH SPn (mantan wabup Brebes 2002-2007) dengan rencana kerja jangka pendek melakukan sosialisasi ke desa.
Mengakui
Ditemui terpisah, H Faris Sulhaq menyatakan pada dasarnya pemerintah sudah mengakui bahwa Bumiayu layak menjadi daerah otonomi sendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya kecamatan Bumiayu sebagai wilayah yang memenuhi syarat menjadi kota administratif (Kotatif) pada 1997.  
Selanjutnya pada 1998 dilakukan persiapan dengan Camat Bumiayu saat itu Drs Supriyono menjadi calon Wali Kotatif. Namun pembentukan Kotatif tersebut terbentur dengan reformasi dan perubahan UU yang melahirkan UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah. UU baru tersebut tidak mengatur Kotatif sehingga pembentukan Bumiayu sebagai Kotatif kembali tenggelam.
“Persiapan menuju Kotatif menunjukkan Bumiayu sudah layak menjadi daerah otonomi sendiri,” katanya.
Faris menambahkan peluang pemekaran Kabupaten Brebes saat ini jauh lebih besar dari pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk memuluskannya, tinggal menunggu political will dari masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh kepala desa dan BPD.
“Bupati terpilih sudah menyatakan di koran akan mendukung pemekaran. Kemudian 32 anggota DPRD juga sudah menandatangani dukungan pemekaran yang berarti siap membahas aspirasi pemekaran kabupaten Brebes,” katanya. (H51-48,88)

Tuesday, June 2, 2015

2 Plang Papan Nama SD Kaliwadas 02 Bumiayu Digondol Maling

Kepala SD Kaliwadas 02 Bumiayu, Achmad Surip Fakhruri Spd saat menunjukan letak plang yang dicuri
Kepala SD Kaliwadas 02 Bumiayu, Achmad Surip Fakhruri Spd saat menunjukan letak plang yang dicuri
BREBESNEWS.CO – Sungguh sangat ironis, masih saja ada orang yang tega mencuri plang papan nama sekolah dasar (SD) Kaliwadas 02 Bumiayu, Senin (1/6/2015).
Kejadian hilangnya plang papan nama milik SD Kaliwadas 02 Bumiayu ini, kali pertama diketahui saat Achmad Surip Fakhruri SPd sang kepala sekolah yang datang kesekolah sekira pukul 06.15 WIB dan melihat baut yang berceceran di bawah plang papan nama.
“Saat saya melihat keatas ternyata plang papan nama sekolah dan komite sudah tak ada lagi ditempatnya,” ucapnya
Kepala sekolah mulanya berfikir positif, bahwa plang papan nama SD dan plang papan komite sedang di cat atau lagi dibersihkan oleh penjaga sekolah, namun sang penjaga sekolah malah tidak tahu keberadaan plang tersebut.
Kepala sekolah kemudian mencari tahu dengan bertanya kepada warga yang bermukim tepat didepan SD Kaliwadas 2 Bumiayu, dari keterangan yang didapatnya bahwa sekira pukul 22.00 wib warga masih melihat kedua plang tersebut masih terpasang. Fakhruri pun langsung menyimpulkan bahwa 2 plang SD Kaliwadas 02 Bumiayu itu, telah digondol maling.
“Kami kemudian melakukan koordinasi dengan komite sekolah dan langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Mapolsek Bumiayu,” imbuhnya.
Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung datang dan melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti yang ada. Sejumlah mur dan baut yang berceceran dikumpulkan, lalu dibawa polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Akibat hilangnya kedua plang tersebut membuat pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta lebih dan bukan hanya itu saja pihak sekolah juga menyatakan ini merupakan sebuah pelecehan karena yang dicuri adalah plang papan nama sekolah, apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan penerimaan siswa baru. (DHANI_Bumiayu)
Pos

Monday, June 1, 2015

Riri meninggal terseret pasir hidup di kawasan pantai kebumen

Riri meninggal terseret pasir hidup di kawasan pantai kebumen


Seorang anak perempuan, Riri, 12, terseret ombak hingga tenggelam di Pantai Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (31/5/2015) sore. Tim search and rescue (SAR) menemukan jasad siswi kelas VI SD Adisana 04 Bumiayu, itu setelah lima jam pencarian.

Keluarga menyambut jenazah dengan isak di rumah duka di Dukuh Blere RT 02/02, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, pukul 23.00 WIB. Riri adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ghozin, 40, dan Farhati, 38.

"Riri itu anak baik, ramah, dan berbakti kepada orang tuanya serta rajin beribadah. Terakhir saat mengikuti kegiatan Isra’ Mi’raj Senin kemarin, dia sempat berfoto dan meminta fotonya dicetak buat kenang-kenangan. Ternyata memang benar foto itu menjadi kenang-kenangan terakhir kami," kata Farhati kepada Metrotvnews.com.

Kepala SD Adisana 04 Bumiayu, Kusmedi mengatakan kejadian berawal usai acara makan bersama dalam acara perpisahan Kelas VI. Saat Riri bersama temannya Hapni berjalan di tepi pantai, tiba-tiba Riri terperosok ke dalam pasir kemudian hilang terseret ombak.

"Tim SAR Kebumen bekerja sama dengan TNI segera melakukan pencarian dari pukul 14.30 WIB hingga pukul 20.00 malam. Riri ditemukan dalam kondisi sudah meninggal," kata Kusmedi.

Di sekolah, Riri juga siswi berprestasi, baik dalam akademik maupun nonakademik. Ia selalu  meraih peringkat satu atau dua di kelasnya . Sementara di bidang nonakademiknya, korban menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris, Pramuka, Tari, dan Iqro bi Tartil.

Teman sekelas korban, Riska mengenang Riri sebagai teman terbaiknya. Menurutnya, Riri selalu mengajarkan teman-temannya pelajaran yang dianggap susah dan dia selalu menjadi tempat curahan hati bagi temannya. 

Seorang murid kelas VI SD Adisana 04 Bumiayu, tenggelam terseret pasir hidup di kawasan Pantai Ayah kabupaten Kebumen, Sabtu sore (31/05/15) sekira pukul 14.30 WIB. Korban yang diketahui bernama Riri Apriliana (12) ditemukan dalam keadaan tewas setelah Tim SAR Kebumen melakukan pencarian selama 5 jam 30 menit, hingga pukul 20.00 wib.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah Riri oleh tim SAR Kebumen sekira pukul 21.15 wib langsung dikirim kerumah duka di dukuh Blere RT 02/02 desa Adisana kecamatan Bumiayu, Brebes. Jenazah Riri yang sampai sekira pukul 23.00 wib, langsung disambut isak tangis oleh keluarga korban.

Korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Ghozin (40) dan Farhati (38), korban dikenal baik, ramah dan berbakti kepada orang tuanya serta rajin beribadah. " Riri adalah anak perempuan kami satu-satu dan semasa hidupnya menjadi anak yang penurut, periang, anak yang berbakti dan selalu rajin beribadah. Terakhir saat mengikuti kegiatan Isra' Mi'raj senin kemarin, dia sempat berfoto dan meminta fotonya di cetak buat kenang-kenangan, ternyata memang benar foto itu menjadi kenang-kenangan terakhir kami," ucap Farhati sembari berkaca-kaca.


Selain itu korban juga selalu berprestasi di sekolah, baik dalam  akademik maupun non akademik. Prestasi akademiknya, korban selalu berada pada peringkat 1 ataupun peringat 2 dikelasnya. Sementara dibidang non akademiknya, korban menjuarai lomba pidato bahasa inggris, Pramuka, Tari dan Iqro bi Tartil.

"Dia adalah teman terbaik kami, dia selalu mengajarkan kami pelajaran yang dianggap susah dan dia selalu menjadi tempat curhatan temen-temen sekelas jika ada masalah. Dengan kepergiannya, kami sangat kehilangan sekali, selamat jalan kawan semoga kau bahagia di lam sana," ujar Riska teman sekelas korban.
(D)

Saturday, May 30, 2015

DITJEN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN



Untuk Bahan Pengetahuan :
Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Untuk OPS, mudah-mudahan di Ditjen GTK, ada Program Pembinaan ( Yang utama mudah-mudahn ada Program Kesejahteraan Bagi tenaga Kependidikan,,, he he he)
Di bawah Naungan Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dasar & Menegah :
Untuk lebih jelasnya silakan kunjugi web :
Kutipan (SS) Struktur DITJEN GTK :

https://www.facebook.com/groups/507504865994922/?fref=ts


Tuesday, April 21, 2015

Jalur Ciregol Dibuka Mulai Hari ini

Senin,  20 April 2015  −  09:23 WIB
Jalur Ciregol Dibuka Mulai Hari ini
IST
BREBES - Jalur Ciregol, Brebes, Jawa Tengah, yang ditutup total karena ambles pada Sabtu (11/4), akan dibuka kembali untuk dilalui kendaraan mulai hari ini. Untuk sementara hanya kendaraan kecil yang boleh melintas di jalan nasional penghubung Tegal-Purwokerto itu. 

Pantauan KORAN SINDO kemarin, penanganan darurat ruas jalan yang ambles sudah sampai pada tahap pengaspalan dengan hotmix . Satu lajur ruas jalan tampak sudah selesai diaspal. Sementara satu lajur lainnya masih proses pengaspalan oleh pekerja. ”Pengaspalan sudah mulai dilakukan sejak tadi malam jam 02.00,” kata petugas konsultan proyek Bina Marga, Awaludin, kemarin. 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera), Hedy Rahadian mengatakan, pengerjaan ruas jalan baru pengganti ruas jalan yang ambles terus dikebut. ”Jika cuaca mendukung, maka kita buka besok (hari ini),” kata Hedy. 

Pembukaan arus lalu lintas tersebut akan diperuntukkan lebih dulu untuk kendaraan kecil. Sementara kendaraankendaraan berat tetap masih harus dialihkan ke jalur lain. ”Nanti kita lihat perkembangannya, paling tidak kendaraan kecil. Kalau tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan, ya semua (kendaraan),” ujarnya. 

Ruas jalan baru yang tengah dilakukan pengaspalan itu memiliki panjang sekitar 250 meter. Adapun lebarnya sekitar 7,5 meter. Pengaspalan dilakukan tiga lapis. ”Ini yang sudah dilakukan tahap pertama 16 sentimeter, nanti 20 sentimeter,” katanya. Hedy menambahkan, setelah dibuka untuk kendaraan, penanganan darurat akan dilanjutkan dengan memperbaiki tebing jalan yang ambles agar tidak sampai terjadi pergerakan tanah kembali. 

Sejauh ini penanganan yang dilakukan baru berupa penimbunan menggunakan material tanah dari pengepresan bukit. ”Kami prioritaskan ini (pembuatan ruas jalan baru) karena masyarakat agar tidak terbebani lalu lintas. Setelah ini kita stabilkan yang bagian bawah (tebing jalan),” katanya. 

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Brebes, Mayang Sri Herbimo, juga memastikan Jalur Ciregol sudah bisa dilalui kendaraan hari ini. ”Besok (hari ini) Jalur Ciregol akan kembali dibuka untuk kendaraan,” kata Mayang saat dihubungi kemarin. 

Menurut informasi yang diterima Mayang, pembukaan Jalur Ciregol untuk kendaraan akan dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono. ”Informasinya pembukaan oleh Pak Menteri pukul 10.00 WIB,” kata Mayang. 

Mayang sebelumnya mengatakan, nanti saat dibuka pertama kali sejak mengalami ambles, kendaraan yang boleh lewat di Jalur Ciregol dibatasi hanya kendaraan pribadi, bus, dan truk, dengan dua sumbu pada pekan pertama. ”Untuk truk-truk lebih dari dua sumbu masih kami alihkan dulu sambil menunggu evaluasi setelah dibuka,” katanya. 

Saat dikonfirmasi terkait rencana kehadiran Menteri Basuki Hadi Muljono di Jalur Ciregol, Kepala Satuan Kerja Wilayah I Bina Marga Jawa Tengah Sumarjono membenarkan. ”Tapi Pak Menteri datang jam berapa kami belum dapat informasi pasti,” katanya, kemarin. 

Seperti diketahui, ruas jalan di Jalur Ciregol di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, yang menghubungkan Purwokerto- Tegal putus setelah tanahnya mengalami ambles, Sabtu (11/4) petang. Akibatnya, jalur utama itu ditutup total untuk kendaraan. Sebelum ambles, tanah sudah mulai mengalami pergerakan dan ambles sejak sekitar pukul 15.00 WIB. 

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan Bina Marga, panjang ruas jalan yang ambles itu mencapai 175 meter dengan kedalaman lebih dari 60 meter. Akibatnya, badan jalan hanya tersisa sekitar dua meter dan arus lalu lintas yang melewati jalur tersebut dialihkan karena jalan ditutup total. 

Agar dapat dilalui pada saat arus mudik Lebaran, Bina Marga melakukan penanganan darurat berupa pembuatan ruas jalan baru dengan mengepres bukit sepanjang sekitar 200 meter dan tinggi sekitar 17 meter di sisi jalan yang ambles. Pengepresan dilakukan sejak Minggu (12/4). 

Kendaraan, baik kendaraan barang maupun pribadi dari arah Brebes yang keluar dari exit Tol Pejagan dan hendak menuju ke jalur selatan, dialihkan melalui jalur Pantura. Sementara kendaraan dari arah Banyumas yang hendak menuju Jakarta dialihkan melalui Wangon-Cilacap- Tasikmalaya-Bandung. 

Friday, April 17, 2015



Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes bekerjasama dengan Panitia Bhakti Sosial Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-334, Rabu ( 11/01) melakukan pemberian bantuan berupa bingkisan makanan dan uang tunai kepada sejumlah warga kurang mampu yang ada di Pasarbatang, Gandasuli, Sitanggal dan Bulakamba. Kegiatan yang dimotori oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Dra. Hj. Amy Agung Widyantoro, M.Kes ini merupakan rangkaian kegiatan sosial dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Brebes ke 334.
Kegiatan diawali dengan kunjungan warga kurang mampu yang ada di Pasarbatang. Dalam kesempatan ini Hj, Amy menyerahkan bantuan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp. 500 ribu pada 2 orang warga. Dilanjutkan dengan pemberian bantuan pada warga kurang mampu di Gandasuli. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi warga usia lanjut di Desa Sitanggal. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal Sitanggal ini dihadiri tidak kurang 120 orang warga. “Pemerintah Kabupaten Brebes terus bersinergi dengan para mitra kerja dan stakeholder untuk membangun Brebes kedepan yang lebih maju dan sejahtera. Kepentingan dan kesejahteraan rakyat menjadi target utama dalam setiap gerak langkah pembangunan”, kata Amy dalam sambutannya.

Lebih jauh dikatakan PKK sebagai salah satu mitra kerja pemerintah dalam pembangunan, selalu siap membuka pintu komunikasi dengan warga, agar segala permasalahan dan kendala pembangunan yang ada di masyarakat bisa tersalurkan langsung pada pemerintah. Untuk itu dia berharap agar segenap pengurus PKK baik yang ada di tingkat kecamatan maupun desa mampu menjadi mitra pemerintah dalam mensosialisasikan program pembangunan yang tengah dilaksanakan pemerintah.

Kunjungan terakhir dilaksanakan di Panti Asuhan Fastabiqul Khairat di Desa Grinting Bulakamba. Dalam kunjungan ke panti asuhan yang baru diresmikan Bupati Brebes tanggal 29 september 2011 yang lalu ini, Hj. Amy beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako keperluan panti. Bantuan diterima langsung oleh ketua Panti Asuhan, Solihin, disaksikan Camat Bulakamba dan tamu undangan. Hj Amy berharap bantuan ini mampu membawa manfaat dan keberkahan untuk semua warga panti asuhan. Dalam kesempatan ini Hj, Amy dengan didampingi camat dan ketua panti asuhan juga melakukan tinjauan langsung ke ruangan yang ada di panti asuhan ini.

Menurut Solihin, panti asuhan Fastabikul Khairat ini setidaknya telah manampung 40 anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu, kedepan dia berharap gedung panti asuhan ini dapat diperluas sehingga mampu menampung lebih banyak anak lagi.(humas)
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com